May 30, 2020 18:00
Tumblr
May 30, 2020 10:18
Tumblr
Suara gas knalpot kian nyaring terdengar, mengalahkan nyanyian para hewan disekitarnya.
“Lu bakal kalah malam ini” teriak seorang pemuda didepan
Tak ada yang merespon, suaranya hilang begitu saja dikalahkan suara knalpot.
Kain putih dilempar keatas sekuat tenaga oleh perempuan cantik yang tak pernah takut angin masuk dengan mudah melalui pori - porinya yang terbuka.
Kain telah jatuh sampai kebawah, tak berpikir panjang barisan motor berlarian dipacu tangan kanan menggenggam tarikan gas.
Seorang laki - laki bersembunyi diantara riuh piuh para penonton yang menaruhkan semua uang yang dimiliki untuk menjadi bahan taruhan
Susul menyusul memang menjadi hal biasa didalam sebuah balapan motor, berbeda dengan disini. Tangan tak hanya berfokus pada tarikan gas dan batangan putih yang dapat memperlambat tapi juga bertugas untuk menyingkirkan lawan balap yang menghalangi.
(nama tokohnya belum)
November 20, 2012 00:48
Blogger
Antonius Erwin Zubiyan
November 1, 2012 07:23
Blogger
Sirkus Barock
October 28, 2012 15:29
Blogger
Ekky Darmawan - Rock 'n Roll Mafia
September 12, 2012 10:30
Blogger
I Dewa Gede Budjana
I Dewa Gede Budjana
July 6, 2012 11:00
Blogger
Gig Review: Suddenly Sunday “Everything Under The Sun” Album Launch
Ketika masuk ke dalam ruang Auditorium IFI-LIP ternyata telah
disambut dengan audio intro yang dibuat oleh Adit dari The Perplexity of
Stamatisdesiree. Tidak berselang lama, para audience telah memenuhi
tribun di dalam Auditorium IFI-LIP, dan segera Adi Wijaya (gitar), Dewi
Sarmudyahsari (drum), Dini Yunitasari (vokal), Helmy Febrian (gitar) dan
Woro Agustin (bass) menggebrak dengan beberapa lagu yang terdapat dalam
album perdana mereka, Everything Under The Sun, seperti Mighty Sunday,
Music Box and the Glowing Tree, Hollow night, Myopia, Say Hello to
Ironique. Pada lagu Red Wall Suddenly Sunday berkolaborasi dengan Seto
Lareno dan sebuah remix dari lagu mereka berjudul Club Addicted yang
berkolaborasi dengan Egha Eshayoga. Selama mereka memainkan lagu-lagu
dalam album Everything Under The Sun, didukung dengan background stage
yang menampilkan visualization video art yang digarap oleh beberapa
kerabat Suddenly Sunday seperti, Fake Studio dan Dito Yuwono.
Ternyata acara launching mereka terbagi atas dua sesi, dan dijeda menuju sesi kedua diisi sebuah video documenter yang bekerja sama dengan Pulang Pagi Film, namun sayang terdapat kesalahan teknis di bagian audio ketika ditampilkannya, tapi jika dilihat dari visualnya video tersebut merupakan suatu dokumentasi proses kreatif Suddenly Sunday dalam penggarapan album perdana mereka, Everything Under The Sun.
Masuk pada sesi kedua, nambak bahwa Suddenly Sunday merupakan sebuah
band fashionable yang memperhatikan ‘dandanan’ mereka dengan merubah
kostum yang dikenakan masing-masing personilnya, maklum, secara historis
band ini terbentuk, para personilnya dulu pernah bekerja di outlet
pakaian “Whatever Shop” dan masing-masing personilnya berkeinginan
untuk bermusik membuat band dan akhirnya jadilah Suddenly Sunday. Perlu
diketahui Suddenly Sunday telah bergonta-ganti personil dan pada
launching album perdana mereka ini, Suddenly Sunday memberikan kejutan
dengan menghadirkan dua orang laki-laki mantan personil mereka yang
terbentuk dari Whatever Shop untuk berkolaborasi, mungkin hal ini
dihadirkan sebagai bentuk dari perjalanan proses kreatif mereka dalam
bermusik untuk sampai pada launching album perdana mereka. Oleh karena
itu mereka memainkan satu hits dari album perdana mereka berjudul
Whatever yang mereka dedikasian untuk history perjalanan terbentuknya
band ini.
Pada sesi kedua ini ternyata banyak sekali kejutan peristiwa yang tak terduga, seperti ketika mereka memainkan satu buah lagu dari Ep mereka di tahun 2008 berjudul Higher yang juga terdapat dalam list lagu di Album perdana mereka Everything Under The Sun, tiba-tiba di tengah permainan, senar Bass Woro Agustin putus dan mendadak mereka memainkan lagu tersebut tanpa iringan bass Woro. Namun, pada lagu selanjutnya, yang juga lagu terakhir yang dimainkannya berjudul Hibernation, Woro masuk ke stage dan langsung mengambil mic bernyanyi bersama tanpa memainkan bassnya, sepertinya dia tidak ingin kehilangan momen di akhir acara launching perdana bersama band yang dirintisnya untuk tetap bersama merasakan kecerian atas jerih payah yang telah dicapai oleh Suddenly Sunday. Everything Under The Sun merupakan suatu perjalanan dari proses kreatif yang terus ‘bergerak’ pada sesuatu yang telah mereka ciptakan dalam bermusik.
Di akhir acara, Suddenly Sunday berterima kasih pada berbagai pihak
dan kerabat mereka yang telah berkontribusi atas berlangsungnya event
launching album mereka, Everything Under The Sun. Album “Everything
Under the Sun” itu sendiri dikemas dalam dua bentuk, yang pertama
berbentuk CD fisik dengan kemasan eksklusif bersifat ‘collectible’ yang
dibuat hanya 200 buah. Sedangkan yang kedua berbentuk non fisik, berupa
kode unduhan yang hanya bisa didapat disetiap official merchandise
Suddenly Sunday.Tulisan ini dimuat untuk reportase di Deathrockstar.info
April 8, 2012 02:00
Blogger
Satria “Iyo” Nurbambang
Satria “Iyo” Nurbambang - Pure Saturday
Satria “Iyo” Nurbambang - Pure Saturday
Live Performance at RRI Demangan, Yogyakarta" For Friends, Seven Soul de Arcade 3rd Anniversary"
©havizmakamalam.2012
April 7, 2012 13:30
Blogger
Ajie Gergaji
Ajie Gergaji - The Milo
" For Friends, Seven Soul de Arcade 3rd Anniversary"
©havizmakamalam.2012
February 11, 2012 11:58
Blogger
Elda Yanuar
"Pay as you like"
©havizmakamalam.2012
January 8, 2012 01:44
Blogger
Oki Haribowo
"KickFest 2009"
©havizmakamalam.2009
January 8, 2012 01:33
Blogger
January 7, 2012 11:07
Blogger
Risky Summerbee
January 7, 2012 10:27
Blogger
Agus Suryanto
"KickFest 2009"
©havizmakamalam.2009
December 10, 2011 14:20
Blogger
Leilani Hermiasih
December 10, 2011 13:29
Blogger
Tohpati Ario
December 10, 2011 11:44
Blogger
Ugoran Prasad
December 10, 2011 11:25
Blogger
Iga Mawarni
December 10, 2011 10:55
Blogger
Beny Hamdani
December 10, 2011 10:54
Blogger

















































Bersama, menjadi kata indah setelah perpisahan terjadi. Perubahan akan selalu terjadi, ini tergantung bagaimana kita menghadapi.
Pohon pisang yang kecil tak selamanya kecil ia akan bertumbuh menjadi dewasa dan berbuah, pohon pisang yang satu tak selamanya hanya ada satu ia akan berkembang memperbanyak dirinya.